Kaui hadir ketika senja tiba,
Berbatas lembayung menggantung
kau hadirkan jingga
Mewarnai hati yang meranggas
Kau hadir ketika gerimis membasah,
Berbatas kelam awan
Hadirkan cahya senyuman
Meremas ragu jadi yakin
Hadirmu tak bersama petir,
Meski guntur mengguruh
Hadirmu justru selembut sepoi berlalu
Terlalu samar untuk tersadar
Meski wujudmu tak lepas dari mata
Baik terjaga bahkan lelap dalam mimpi
Lalu
Semesta mana yang harus kutanya
Jika pada angin selalu kutitip rindu
Pada malam kepesankan sepilku
Bahkan mentari pun seakan seia memanja,
tak terik ?
Atau ombak samudra tak berbatas yang mengiringi layarku berlabuh ?
Bahkan pada hujan, disudut basah jalanmu,
kutitip cinta yang tak pernah ku mengerti.
Karena hadirmu